Kamis, 15 Agustus 2013

Lesson of Kepo

Di dunia ini ada banyak sekali orang yang pinter nulis. Tulisannya bermutu, yet easy-reading. Some of them is very close to us! :)

SUNNY

Judul di atas adalah salah satu judul film korea yang baru-baru ini saya tonton. No,noo i'm not that kind of freak. Saya bukan pecinta korea yang harus tidur tidak tenang ketika mereka harus konser lagi di Indonesia, haha. It was recommended by Afifah, so i thought i have to watch it.

Ceritanya adalah tentang persahabatan jaman SMA dari sekumpulan orang yang pada saat itu telah menjadi ibu-ibu dan mempunyai anak remaja. Ceritanya di setting flashback, mulai dari settingan IM Nami yang telah menjadi seorang ibu, juga istri, menjalani kehidupannya sedatar mungkin tanpa menuntut banyak hal. Kemudian ketika dia datang ke RS untuk menjenguk ibunya, dia melihat sebuah kamar yang bertuliskan nama teman SMA nya dulu, mm.. bisa dibilang teman se-gengnya.

Berawal dari sana, mendengar ternyata ketua gengnya ini menderita kanker dan hanya punya waktu sedikit sebelum kematiannya, dia pun bertekad menemukan 5 orang teman geng SMA nya yang lain. Nah, ini niiih menariknya. Kalau penasaran silahkan tonton sendiri :)

Valuenya adalah, ternyata sesuatu tidak harus terjadi seindah yang kita rencanakan. Ya, kita mungkin tetap dapat berencana, bermimpi, mereka-reka kita di masa depan akan seperti apa, tetapi pada akhirnya apa pun kenyataan yang terjadi harus diterima dengan hati yang kuat. Mungkin teman sepermainan kita yang pernah berkata akan menjadi Miss Korea, harus berujung dengan kehidupan yang menyedihkan dengan kondisi dililit utang sana-sini, atau orang yang kita ingin selalu ada harus pergi lebih dulu dari yang lainnya, atau melihat perubahan yang begitu besar dari seorang teman yang blak-blakan menjadi anggun luar biasa, haha.. Semua ada ceritanya masing-masing.

Dan yang membuat teman berbeda dari yang lainnya adalah, ketika mendapati seperti apa pun rupa kita nanti, mereka tidak akan pernah lupa kalau dulu mereka adalah bagian dari kita. Mereka tidak akan segan menemui kita dalam kondisi apapun kita saat itu. A true friends will always stay :)

Juga, setelah menonton itu, saya sendiri merasa wajib belajar lebih giat, berusaha keras menggapai cita-cita mumpung saat ini mimpi itu masih ada. Jadi, ketika saat itu tiba, yang entah kapan, ketika kita mendapatkan kesempatan kembali bertemu dg orang yang dulu pernah menjadi bagian diri kita, ketika dia sedang dalam kondisi membutuhkan bantuan, kita siap ada untuknya. Berusaha untuk menjadi a true friends, a truely soulmate, not just last till senior high school or at college.

Senin, 27 Mei 2013

99 Keping Emas


Suatu malam di tengah perjalanan menuju Bukittinggi, saya, dedek, Papa, dan Mama tengah asyik bercerita banyak hal dan dihiasi suara tawa renyah dari masing-masing kami. Maklum, waktu itu liburan, semua hal pasti terlihat lebih indah saat liburan (that's why tumpukan buku-buku pelajaran dan sebangsanya tak pernah terlihat saat itu, isn't it?). Lalu, seperti biasa, Papa, our best story-teller, bercerita tentang sebuah kisah, tentang 99 keping emas.

Jadi, begini ceritanya...

Alkisah, tinggallah sepasang suami istri yang hidup sederhana dengan keempat anakya yang masih kecil-kecil. Mmm.. sebut saja sang ayah bekerja sebagai petani yang setiap hari berangkat subuh dan pulang di senja hari, bekerja menggarap sepotong lahan kecil milik sang tuan tanah. Upah yang didapat perharinya cukup untuk memberi makan anak dan keempat istrinya dengan sejumlah ikan teri dan daun singkong rebus. Atau ada kalanya sang ayah mendapatkan bonus hasil kerjanya, sehingga keluarga kecil itu terkadang mendapatkan kesempatan untuk mengecap nikmatnya rasa daging ayam beserta sedikit buah-buahan.

Sementara itu, sang ibu setiap harinya disibukkan oleh merawat anak-anaknya serta mengerjaan pekerjaan rumah lain yang lazim dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga, seperti memasak, mencuci pakaian, menyapu rumah, sesekali mencabuti rumput-rumput liar di taman yang sudah mulai tumbuh tidak beraturan. Begitu seterusnya kehidupan sederhana itu berjalan. Dua dari empat anaknya pun seperti anak-anak lainnya sibuk dengan rutinitas sekolah di pagi hari, dan bermain menyibukkan diri di sungai atau lapangan bola di sore harinya. Sementara dua anak lainnya masih terlalu kecil untuk bersekolah maupun bermain di luar rumah.

Suatu hari di tengah rutinitas yang sudah biasa dilakukan itu, tanpa diduga terjadi suatu keajaiban bagi keluarga kecil itu. Di tengah perjalanan pulang dari sawah sambil memikul letih setelah bekerja seharian, perhatian sang ayah tersita oleh bungkusan lumayan besar yang tergeletak begitu saja di pinggir jalan. Karena penasaran sang ayah mendekatinya dan membuka bungkusan itu, mencari tahu apa isnya. Tanpa diduga ternyata terdapat begitu banyak kepingan-kepingan emas di dalamnya. dengan jantung yang masih berdetak kencang saking kagetnya, sang ayah membawa bungkusan emas itu pulang bersamanya.

Sesampainya di rumah, bungkusan itupun diperlihatkan pada istrinya. Sesaat kemudian keluarga itu lebur dalam suasana gembira dan terkaget-kaget yang amat sangat. Kemudian mereka pun menghitung jumlah kepingan emas itu, menerka-nerka seberapa berharganya harta yang sedang ada di depan matanya saat itu. Ternyata jumlah seluruhnya adalah 99 keping emas.

Sang istri terheran-heran, "Apa maksudnya hingga kita bisa menemukan harta ini? Dan jumlahnya, kenapa 99? Kenapa tidak 100 saja sekalian?"

Suami pun ikut heran, "Benar juga. Kenapa jumlahnya tanggung begini? Jika yang ada adalah 100 keping emas, pasti akan lebih bagus lagi."

Begitulah hingga jumlah 99 ini memusingkan sepasang suami istri yang hidup sederhana ini. Kemudian mereka pun sampai pada kesimpulan,

"Pak, saya ada ide. Bagaimana jika sebagian keping emas ini kita jadikan modal untuk usaha, untuk mendapatkan keping emas yang lebih banyak lagi, hingga jumlahnya mencukupi 100 keping emas. Lalu kita akan menjadi orang kaya raya dengan 100 keping emas itu!" sahut sang istri dengan begitu semangatnya.

Sang ayah pun tak mendengar sedikitpun kekurangan pada ide istrinya itu dan mereka pun setuju untuk menjadikan beberapa keping emas itu sebagai modal.

Namun ternyata pada kenyataannya usaha yang mereka jalankan tak sesuai rencana karena mereka melakukannya terburu-buru dan hanya dengan obsesi mendapatkan lebih banyak keping emas. Sehingga mereka berjualan dengan ilmu yang minim. Hasilnya hanya rugi yang mereka dapatkan, keping emas yang dijadikan modal sebelumnya pun habis sudah tak bersisa.

Kegagalan itu tak membuat mereka menjadi putus asa. Mereka terus mencoba dan mencoba, manghabiskan semua keping emas yang tersisa demi mendapatkan keping emas yang lebih banyak lagi. Ya, seperti mimpi mereka di awal, menjadikan 99 keping emas menjadi genap 100 keping.

Dikarenakan niat keserakahan itu, akhirnya semua usaha yang dilakukan selalu gagal dan gagal, hingga habislah sudah semua keping emas yang dia punya, habis tak bersisa lagi walaupun hanya satu keping.

Kini tinggallah sepasang suami istri tadi menyesali semua perbuatannya. Mereka baru tersadar bahwa mereka lupa bersyukur akan 99 keping emas itu, dan malah mempertanyakan, "Kenapa tidak 100?" Hingga pada akhirnya tak ada satupun yang mereka dapatkan selain lelah dan tertipu oleh angan-angan akan 100 keping emas.

Betapa syukur itu sangat penting, dan manusia bisa begitu bodoh jika ditipu oleh nafsu dan sifat kikirnya. Terkadang kita suka lupa akan apa yang telah kita punya, lalu lupa bersyukur atasnya, dan selalu mencari-cari kekurangannya. Sehingga apa yang telah diberikan pada kita lupa untuk kita nikmati.


Sabtu, 09 Maret 2013

Lesson #4

Saat kita berpikir untuk memilih melakukan suatu hal di lain waktu, maka saat itulah sebenarnya waktu yang tepat untuk mengerjakan hal itu. Stop procrastinating!

Miss Kepo

Sudah tidak ingat lagi rasanya pertama kali aku bertemu dengannya. Yang kuingat saat itu aku masih sangat merasa asing dengan lingkungan baru, di kampus. Yang awalnya aku bisa sesuka hati ingin nonton TV, baca komik, novel, dll harus berubah digantikan tugas yang seakan tak habis-habis. Belum lagi harus mengikuti masa orientasi untuk mahasiswa baru. Oh iya! Itu dia! Karena masa orientasi itu aku bertemu dengannya, Miss Kepo.

Dari nama sudah terdengar jelas, yaaa apa lagi kalau bukan tukang kepo. Awalnya sih biasa aja ditanya macem-macem. Lama-lama kok jadi agak bosan ya. Gimana keluarganya? Gimana keadaan rohaninya? Gimana LI nya? Ada kesulitan? Ya, dialah miss kepo, si teteh mentor.

Dalam hati terpikir, si teteh kayanya ga ada agenda lain gitu ya selain ngepoin anak orang. Selain ngurusin anak orang. Dengan sabar mengasup nutrisi bagi jiwa-jiwa yang haus akan hidayah. Lama-lama akhirnya aku pun merasa nyaman. Gimana orang tuanya, sehat? Keuangannya gimana? Fisik sehat? Olahraga ga minggu ini? Lama-lama pertanyaan-pertanyaan itu menjadi pelengkap 1 pekan dalam hidupku.

Ingat banget dulu saat masih merasa mentoring itu tidak ada gunanya, aku sempet kabur langsung ke bale. Ternyata miss kepo tak mudah menyerah rupanya. Akupun ditelfon dan ditanyai lagi berada di mana. Dengan polos akhirnya aku jawab lupa dan lalala. Tapi semenjak saat itu aku tidak pernah lagi melewatkan mentoring kecuali kalau ada agenda yang sangat urgent.

Kenapa ya segitunya? Ga dateng ditelfonin. Lupa qiyamullail diingetin. Udah lama ga mentoring disamperin, ditanyain lagi ada masalah apa. Atau dengan semangat yang gigih, biasanya miss kepo bakal ngepoin ke temennya anak yang ga dateng2 mentoring itu. Segala cara dilakukan hanya demi adik mentor agar bisa dateng mentoring lagi. Lebai banget sih.

Setahun sudah kehidupanku di FK, akhirnya akupun diberi kesempatan untuk bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki adik mentor. Hmm, memang ruaarr biasa :D Ada yang cuma dateng pas pertemuan pertama doang. Ada yang baru kumpul langsung bertanya, "Biasanya mentoring berapa lama teh?" Akhirnya ngementor mengajarkanku untuk bertanggung jawab atas orang lain. Akhirnya aku mengerti kenapa para Miss Kepo tidak pernah kehilangan cara untuk menarik adik-adiknya agar ikut mentoring. Seberapa gregetnya miss Kepo mendengarkan kata-kata, "Teh, kan MAI (Mabim Agama Islam) nya udah selesai, kok masih ada mentoring?" Dengan melekatnya gelar mentor, terkadang tanpa sadar senyum kita akan terlatih untuk muncul begitu saja di saat-saat seperti itu.

Itulah sekilas pengalamnku dengan miss Kepo. Banyak macam karakter miss kepo yang sudah kukenal, mulai dari yang pendiam, cumlauder, dan miss kepo kelas berat telah pernah untuk beberapa bulan bersama-sama denganku dan teman-teman lainnya di dalam kelompok yang sama. Satu hal yang harus kita sadari dari awal, sayangilah miss kepo kita apa adanya. Bagaimanapun ia, sependiam apapun ia, se(kelihatannya)serius apapun ia, suatu saat nanti pasti kita akan merindukannya. Dan jangan lupa untuk selalu mendoakannya, karena kamu sadari atau tidak di dalam setiap donya pasti juga terselip namamu :) Miss Kepo, I thought that you are just too strong to be true, but it's not, you are! You are just strong! And you are so true.


Minggu, 03 Februari 2013

Islam, Eropa, Afrika, Palestina :)


Syarifuddin Khalifah, bocah yang telah mengislamkan ribuan orang, Pengantin-pengantin Al-Quds, dan 99 Cahaya di Langit Eropa adalah buku-buku yang baru saja kuselesaikan membacanya akhir-akhir ini. dan menurutku secara tidak langsung ketiga ini memiliki hubungan yang menarik satu-sama lainnya. Satu hal yang menyatukannya tentu saja adalah, Islam.




Aku ingin memulainya dari buku yang tadi baru kutamatkan, yakni “99 Cahaya di Langit Eropa”. Berkisah tentang perjalanan seorang, Hanum Salsabiela Rais, beliau adalah puteri dari Amien Rais yang dulu sempat mewarnai pemilihan Presiden RI ke-V , sebagai salah satu calon Presiden. Amat sangat menarik dan begitu banyak ilmu sejarah yang tersimpan di dalam buku ini dan diceritakan dengan gaya bahasa yang ringan, sebagaimana seorang teman sedang berbagi kisah perjalanannya. Jika ingin mendapatkan ilmu-ilmu tentang kejayaan Islam di Eropa secara utuh, tentulah harus membaca sendiri bukunya. Bahkan dengan ulasan-ulasan menarik dan juga terkadang detail itu belum tentu dapat melepas dahaga kita akan curiousity terhadap peradaban Islam di Eropa. Pun demikian buku ini mampu membuka pikiran kita, membayangkan kembali betapa cahaya-cahaya Islam pernah berpendar indah di langit Eropa.

Empat negara yang digambarkan di novel ini sungguh mengagumkan, dan memacu hasrat untuk turut menyaksikan secara langsung dengan mata kepala sendiri bukti-bukti peradaban Islam itu. Keempat negara yang disinggahi sang penulis adalah, Austria, yang menjadi tempat penulis bermukim sementara, menemani suaminya dalam menuntut ilmu meraih gelar doktor, kemudian Prancis, negara pusat mode dan peradaban dunia yang ternyata menyuguhkan lebih dari sekedar Eiffel, dilanjutkan ke Spanyol yaitu ke Cordoba “The true city of light” dan Granada, dan terakhir adalah Turki.

Banyak hal-hal menarik yang ia temukan di sana. Seperti pertemuannya pertama kali di Wina dengan saudari semuslimnya, Fatma yang mengajarkannya banyak hal akan dakwah Islam. Bahwa temannya mengatakan tugas seorang Muslim di Eropa sebagai kaum minoritas adalah dengan menjadi agen muslim yang baik (aku suka kata-kata ini :D Agent, sounds prestigious). Kemudian tentang kedai makanan, hmmm mungkin restoran yang besar di Wina dengan semboyan “All you can eat, pay as you wish” milik seorang muslim. Semua hal itu menjadikan muslim ataupun Islam begitu indah, baik di mata non muslim sekalipun. Sang pemilik restoran, Deewan, sangat percaya selagi ia memberi dengan ikhlas pada orang lain, maka rezeki pun akan mengalir terus padanya. Terbukti dengan usahanya yang masih bertahan hingga lebih dari 5 tahun itu. Aku sendiri jadi kepikiran untuk membuat rumah makan serupa, Makan sepuasnya, bayar seikhlasnya. Bisa ga ya di Indonesia?

Kemudian di Paris, ia pun dengan mudah langsung merasa begitu dekat dengan Marion, muallaf yang sedang berkuliah menggeluti sejarah peradaban Islam di negara peradaban itu. Marion yang pengetahuannya begitu banyak akan Islam, menjelaskan satu per satu peninggalan sejarah Islam yang ada di museum Louvre, salah satu ikon kebanggaan Paris. Berbagai tulisan kufic, salah satu bentuk kaligrafi, dan juga pseudo kufic, tiruannya, memiliki makna-makna indah Islam, seakan itu adalah tulisan tersembunyi yang dibuat oleh pengrajin kain tenun asal Arab. Begitu besarnya pengaruh budaya Islam saat itu, hingga produk asal Arab pun dilukis oleh para seniman di Eropa tanpa mereka menyadari bahwa itu bertuliskan lafaz Allah, kalimat tahlil, dan kalimat-kalimat lain bernapaskan Islam. Bahkan kain tenunan arab yang berhiaskan kaligrafi pun pernah dipakai oleh Raja di Eropa.

Kemudian ada Axe Historique, yaitu garis yang menghubungkan Arc de Triumphe du Carrousel , Arc de Triumphe de l’Etoile, dan museum Louvre dalam garis lurus. Dugaan Marion yang menyebutkan jika garis lurus itu ditarik lebih jauh lagi ke arah timur maka akan tepat bertemu pada satu titik yaitu Ka’bah di Makkah benar-benar fakta yang membuat napas tertahan untuk beberapa saat.

Jumat, 18 Januari 2013

Wanita shalihah itu...

Fatimah berkata, "Wanita shalihah itu adalah,
yang tidak suka mengenali dan dikenali,
yang tidak suka memandang dan dipandang,
di bibirnya tidak meniti nama laki-laki,
dan di bibir laki-laki tidak meniti namanya. "
http://eddiessolitude.blogspot.com/2012/06/white-rose-wallpaper.html

Kamis, 17 Januari 2013

Mendiang karya SN Ratmana


Merasa perlu nge-post tentang ini karena sebelumnya saya udah ngemention judulnya, tapi ga nyeritain apa-apa, hahaa...

Jadi cerpen ini adalah salah satu dari cerpen yang saya suka. Seperti yang saya bilang sebelumnya, gaya bahasa cerpen jaman dulu selalu memberikan nuansa yang berbeda saat membacanya.
Ceritanya adalah tentang seorang anak perempuan yang menginjak usia remaja, yaaah masih labil-labil gitu lah yaa. Nama tokohnya saya lupa siapa. Anak ini ternyata diam-diam naksir sama salah satu guru SMA nya yang masih muda.

Di sekolahan dia diceritakan sebagai anak yang pendiam. Namun ternyata anak ini nekat datang ke rumah pak guru yang dia sukai itu. Berulang-ulang hingga pak guru merasa terganggu. Memang love affection yang agak aneh...

Sampai pada akhirnya pak guru memberanikan diri untuk bilang ke muridnya itu agar tak mengganggu dia lagi sampai ke rumah. Semenjak itu si anak jadi tidak pernah lagi datang ke rumah.
 ---yah maaf banget saya ga bakat nyeritainnya

Intinya, kejadian itu sudah hampir dilupakan oleh pak guru, hingga dia pun sudah memiliki istri.
Suatu hari ketika pak guru ingin berobat ke klinik, dia melihat mantan muridnya itu, ditemani seorang laki-laki yang tak ia kenal. Tampaknya Wati (oh iya, namanya itu! Barusan searching :D) sedang hamil dan datang ke klinik untuk kontrol kehamilan. Pak guru pun menyapa Wati. Dilihatnya Wati seperti berbeda dari sebelumnya, lebih tenang dan pendiam. Pak guru juga berbaik sangka melihat lelaki yang menemani Wati beranggapan bahwa beliau mungkin adalah suami Wati. "Akhirnya anak itu mendapatkan pasangannya."

Sampai suatu hari ketika dia melewati sebuah toko sepatu milik suami Wati, orang ramai berkerumun di sana. Ketika ia bertanya pada orang yang lalu lalang, ternyata muridnya Wati telah meninggal dunia. Ia pun memberanikan diri masuk. Di sanalah ia melihat sesuatu yang asing baginya. Mayat Wati diselenggarakan dalam tradisi China. Menurutnya Wati justru pergi meninggalkan dunia dengan orang-orang asing di sekitarnya. Tak ada keluarganya, kecuali keluarga suaminya.

Menurut saya, cerpen ini memberikan warna tersendiri (kalau ga ngerti baca ringkasan saya boleh download di sini nih --> download). Kenapa? Sepertinya pak SN Ratmana berusaha menyampaikan suatu pesan, di mana seseorang yang tak berhati-hati bahkan bisa terambil identitasnya. Seperti Wati, yang namanya berubah menjadi nama keluarga suaminya, orang-orang pun tak banyak yang tau tentang nasib dia yang sekarang, menjadi istri dari pemilik toko sepatu. Dan sedihnya, hingga Wati meninggal pun dia tetap berada di antara yang asing, mayatnya diselenggarakan dengan cara asing, bukannya dimandikan, dikafani, dan dishalatkan. Mungkin menurut SN Ratmana, tak seperti itulah harusnya sebuah kehidupan berakhir. Berada di antara orang-orang asing.

Pusing yaa? Saya juga jadi pusing nih, jadi bingung sendiri. Benarkah nilai itu yang ingin disampaikan? 

Udah mulai tertarik? Selamat menikmati cerpennya dan ambil hikmahnya :)


Rabu, 02 Januari 2013

Resume buku : Berjuta Rasanya

Sebenarnya ini bukan tipe buku aku siih. Tapi hanya ingin berbagi cerita saja.
So far sih bukunya bagus. Karena itu adalah kumpulan cerpen-cerpen, maka Tere-Liye selalu menghadirkan berbagai cerita-cerita tentang cinta dan makna cinta dengan cara yang berbeda-beda di tiap cerpennya. Dengan tokoh yang berbeda-beda karakternya. Latar tempat dan waktu yang berbeda-beda. Tere Liye memang memiliki imajinasi yang keren dan unpredictable.

Dari semua cerita-cerita itu: cewek yang selalu berkeluh-kesah tentang ketidakcantikannya, penemuan baru: cintanometer (I wish I have one!) dan LOVE Ver 7.0, gadis buta yang mencari cinta sejatinya, si playboy yang akhirnya insaf, seorang psikopat, dan masih banyak lagi, satu yang paling kusuka adalah "Kupu-Kupu Monarch".

Tentang apa? Hmm standar sih, pengorbanan istri untuk seorang suami yang sangat dicintainya. Namun ternyata sang suami tak cukup setia untuk selalu berada di sisi istrinya, bahkan ketika istrinya hamil tua sekalipun. Cinta yang begitu lama telah terjalin, hancur begitu saja ketika suaminya pergi dengan wanita lain. Miris memang.

Saya jadi bertanya-tanya, adakah yang seperti itu di dunia nyata. Dengan gampangnya kita bisa langsung ke layar TV dan menemukan berbagai macam gosip dan fakta tentang perselingkuhan di sana. Tapi, sekali lagi, apakah dengan hanya semudah itu? Semudah itukah orang akan melupakan segala kebaikan bertahun-tahun lamanya hanya dengan kehadiran orang baru? Hiks, menyedihkan yaa. But it does exist...

Oh iya, satu hal lagi yang membuat Kupu-Kupu Monarch tak biasa adalah (sekali lagi) gaya penulisan Tere Liye yang berbunga-bunga dan imajinasinya yang amazing. Sebuah cerita yang berhasil membuatku menahan napas.

Selamat membaca buat yang penasaran!!

Oh ya, how is it going on the second day of 2013, have the resolutions been made?

Minggu, 25 November 2012

4 pintu

Ketika memasukinya mereka sudah tahu akan ke mana
Mereka dengan langkah pasti menuju rumah masing-masing
Takkan tersesat, takkan kebingungan

Tak ada lagi muka masam
Tak ada lagi rasa dendam
Tak ada lagi nafsu yang tak berguna

Kemudian masing-masing mereka memasuki rumahnya
Akan ada 4 pintu di rumah itu

Pintu pertama untuk makhluk bertampang menyenangkan
Memasukinya dengan ucapan salam yang indah
Menyambut sang pemilik rumah baru

Pintu kedua untuk masuknya pasangan abadi
Yang takkan berpisah selamanya

Pintu ketiga untuk berkunjung ke tempat lain
Yang takkan pernah ingin mereka tinggali
Neraka namanya
Mungkin terkadang mereka perlu ke sana
Saling bertanya kabar

Pintu keempat adalah yang paling agung
Pintu yang 'kan membawanya melihat Keagungan Yang Maha Agung
Pintu untuk bertemu Sang Pencipta, Allah SWT

Itulah janji Allah untuk orang-orang yang beriman
Benar-benar beriman dan mengamalkan perintah-Nya